Kamis, 08 Juli 2010

NEMATODA USUS

`TUGAS PARASITOLOGI “ RANGKUMAN NEMATODA USUS ”

No

Nama Cacing

Hospes

Nama Penyakit

Morfologi

Daur Hidup

1.

Toxocara canis dan Toxocara cati

Anjing dan kucing

Visceral Larva Migrans (VLM)

  • Toxocara canis jantan mempunyai ukuran 3,6-8 cm dan betina 5,7-10 cm.

  • Toxocara cati jantan mempunyai ukuran 2,5-7,8 cm dan betina 2,5-18 cm.

  • Mempunyai bentuk seperti Ascaris lumbricoides muda.

  • Telur yang keluar bersama tinja anjing dan kucing akan berkembang menjadi Telur infektif.

  • Hospes definitive dapat tertular dengan menelan telur infektif atau dengan memakan hospes paratenik yang tinggal di tanah seperti cacing dan semut.

  • Telur tertelan manusia → larva menembus dinding usus→ ikut dalam peredaran menuju organ tubuh (hati,jantung,paru,otak,dan mata).Di dalam organ,larva tidak mengalami perkembangan lebih lanjut.

2.

Ascaris lumbricoides

Manusia

Askariasis

  • Ukuran cacing jantan lebih kecil dari betina

  • Seekor cacing betina dapat bertelur 100.000 - 200.000 butir/hari,terdiri dari telur yang dibuahi & tidak dibuahi.

  • Dalam lingkungan yang sesuai,telur yang dibuahi akan berubah menjadi bentuk infektif dalam waktu ± 3 minggu.

  • Stadium dewasa hidup di rongga Usus Halus.

  • Sejak telur matang tertelan,sampai cacing dewasa bertelur diperlukan waktu ± 2-3 bulan.

  • Bentuk inpektiftertelan manusiamenetas di usus halus larvanya menembus dinding usus haluspembuluh darah/pemuluh limfeke jantungmengikuti aliran darah ke paru.

  • Larva di parumenembus dinding pembuluh darahdinding alveolusrongga alveolusnaik trakea melalui bronkiolus dan bronku,faringmenimbulkan rangsanganpenderita batuklarva tertelan ke dalam esophagususus halususus halus larva berubah menjadi cacing dewasa.

3.

Necator americanus & Ancylostoma duodenale

(Cacing Tambang)

Manusia

  • Nekatoriasis

  • Ankilostomiasis

  • Cacing dewasa hidup di rongga usus halus,dengan mulut besar melekat pada mukosa dinding usus.

  • Cacing betina N. americanus mengeluarkan telur 5000-10.000 butir/hari.Sedangkan A. duodenale kira-kira 10.000-25.000 butir/hari.

  • Bentuk badan N. americanus biasanya menyerupai bentuk S.Sedangkan A. duodenale menyerupai huruf C.

  • Telur dikeluarkan dengan tinja & setelah menetas dalam waktu 1 hari → keluarlah Rabditiform (panjangnya kurang lebih 250 mikron). →dalam waktu 3 hari menjadi → larva filariform,panjangnya kurang lebih 600 mikron (dapat hidup selama 7-8 minggu di tanah)→menembus kulit →menuju kapiler darah→jantung kanan →paru→bronkus→trakea→ laring →usus halus.

  • Infeksi terjadi bila larva filariform menembus kulit.

4.

Ttichuris trichiura (Cacing Cambuk)

Manusia

Trikuriasis

  • Panjang cacing betina antara 35-50 mm,sedangkan cacing jantan 30-40 mm.

  • Masa pertumbuhan mulai dari telur tertelan sampai cacing dewasa betina bertelur ± 30-90 hari.

  • Lokasi cacing dewasa di sekum dan kolon asenden.

  • Cara infeksi langsung bila secara kebetulan hospes menelan telur matang→ larva keluar melalui dinding telur dan masuk ke dalam usus halus→sesudah menjadi dewasa cacing turun ke usus bagian distal dan masuk ke daerah kolon,terutama sekum.

  • Cacing ini tidak mempunyai siklus paru.

  • Masa pertumbuhan mulai dari telur tertelan sampai cacing dewasa betina bertelur ± 30-90 hari.

5.

Strongyloides stercoralis

Manusia

Strongiloidiasis

  • Hanya cacing dewsa betina hidup sebagai parasit di duodenum dan yeyenum.

  • Cacing betina berbentuk filariform,halus,tidak berwarna,dan panjangnya 2 mm.

Parasit ini mempunyai 3 macam daur hidup :

  • Siklus langsung

Sesudah 2-3 hari di tanah→larva rabditiform→berubah menjadi larva filariform→bila menembus kulit manusia, larva tumbuh,masuk kedalam peredaran darah vena→melalui jantung kanan→paru→dari paru parasit yang mulai menjadi dewasa menembus alveolus, masuk ke trakea dan laring→di laring terjadi reflex batuk→parasit tertelan→ke usus halus bagian atas dan menjadi dewasa.

  • Siklus tidak langsung

Larva rabditiform di tanah→cacing jantan dan betina bentuk bebas→pembuahan→telur yang menetas→larva rabditiform→berubah menjadi larva filariform yang infektif→masuk ke dalam hospes baru.

  • Autoinfeksi

Larva rabditiform kadang menjadi larva filariform di usus atau daerah di daerah sekitar anus (perianal). Bila larva filariform menembus mukosa usus atau kulit perianal,maka terjadi daur perkembangan di dalam hospes

Patologi

Gejala Klinis

Diagnosis

Pengobatan

Prognosis

  • Kelainan yang timbul karena migrasi larva.

  • Kematian larva menstimulasi respons imun immediate type hypersensitivity yang menimbulkan penyakit visceral larva migrans (VLM).

  • Perdarahan,nekrosis,dan peradangan yang didominasi oleh eosinofil.

  • Demam,pembesaran hati/limfe,gejala saluran nafas bawah.

  • Diagnosis pasti VLM→menemukan larva/potongan larva dalam jaringan sukar ditegakkan.

  • Diagnosis serologi melalui deteksi antibody lgG terhadap antigen ekskretori-sekretori larva T.canis disertai eosinofilia ( > 2000 sel/mm3) dapat mambantu menegakkan diagnosis.

  • Teknik pencitraan seperti USG,CT scan dam MRI dapat digunakan untuk mendeteksi lesi granulomatosa yang berisi larva toxocara.

  • Albendazol 400 mg dengan dosis dua kali perhari selama 5 hari, dapat menyembuhkan penderita VLM.

  • Reaksi alergi da[pat diatasi dengan pemberian kortikosteroid.

Menghindari kontaminasi makanan dan minuman oleh telur cacing yang biasanya berasal dari kotoran anjing.

Pengobatan pada anjing yang sakit untuk menghilangkan sumber penularan.

  • Pada infeksi berat,terutama pada anak akan timbul malabsorbsi sehingga memperberat keadaan malnutrisi dan penurunan status kongnitif pada anak sekolah dasar.

  • Pada keadaan tertentu,cacing dewasa mengembara kesaluran empedu,apendiks,atau kebronkus dan menimbulkan keadaan darurat sehingga perlu tindakan operatif.

  • Gejala yang timbul pada penderita dapat di sebabkan oleh cacing dewasa dan larva.

  • Gangguan karena larva biasanya terjadi pada saat berada diparu.

  • Pada orang yang rentan,terjadi pendarahan kecil di dinding alveolus dan timbul gangguan pada paru yang disertai batuk dan demam.

  • Gangguan yang disebabkan cacing dewasa biasanya ringan,berupa gangguan usus ringan seperti : mual,nafsu makan berkurang,diare dan konstipasi.

  • Adanya telur dalam tinja memastikan diagnosis askariasis.

  • Diagnosis juga dapat dibuat bila cacing dewasa keluar sendiri,baik melalui mulut

atau hidung karena muntah,atau melalui tinja.

  • Pengobatan dapat dilakukan secara perorangan atau masal.

  • Pada perorangan misalnya pemberian obat seperti,Piperazin, Pirantel Pamoat 10 mg/kgBB, Mebendazol 500 mg atau Albendazol 400 mg.

  • Pengobatan masal perlu beberapa syarat,yaitu :

  1. Obat mudah diterima masyarakat

  2. Aturan pemakaian sederhana

  3. Mempunyai efek samping minin

  4. Bersifat polivalen,sehingga berkhasiat terhadap beberapa jenis cacing.

  5. Harganya murah

  • Pengobatan masal dilakukan pada anak SD dengan pemberian Albendazole 400 mg 2 Kali Setahun.

  • Pada umumnya askariasis mempunyai prognosis baik.

  • Tanpa pengobatan,penyakit dapat sembuh sendiri dalam waktu 1,5 tahun.Dengan pengobatan,angka kesembuhan 70-99 %.

  • Bila banyak larva filariform sekaligus menembus kulit →perubahan kulit.

  • Gejala tergantung pada spesis dan jumlah cacing,keadaan gizi penderita (Fe dan protein).

  • Cacing tambang biasanya tidak menyebabkan kematian,tetapi daya tahan berkurang dan prestasi kerja turun.

  • Gejala klinik yang timbul bervariasi bergantung pada beratnya infeksi.

  • Gejala yang sering timbul adalah lemah,lesu,pucat,sesak bila bekerja berat,tidak enak perut,perut buncit,anemia dan malnutrisi.

Diagnosis ditegakkan dengan menemukan telur dalam tinja segar.Dalam tinja yang lama mungkin ditemukan larva.

Pirantel pamoat 10 mg/kgBB memberikan hasil cukup baik,bilamana digunakan beberapa hari berturut-turut.

Pengobatan semua penderita untuk menghilangkan sumber penularan.

  • Cacing Trichuris pada manusia terutama hidup di sekum,tetapi dapat juga ditemukan di kolon ascendens.

  • Pada infeksi berat,terutama pada anak,cacing tersebar di seluruh kolon dan rectum.

  • Cacing ini memasukkan kepalanya ke dalam mukosa usus sehingga terjadi trauma yang menimbulkan iritasi dan peradangan mukosa usus.Di tempat pelekatannya dapat terjadi perdarahan.

  • Cacing ini juga mengisap darah hospesnya.Sehingga menyebabkan Anemia.

Diagnosis ditemukan dengan menemukan telur didalam tinja.

  • Albendazol 400 mg (Dosis tunggal)

  • Mebendanzol 100 mg (2 X/hari selama 3 hari berturut-turut).

Peningkatan hygiene pribadi,cuci tangan sebelum makan,hindari makan sayuran mentah,dan perbaikan cara pembuanan sampah.

Infeksi ringan umumnya terjadi tidak diketahui hospesnya karena tidak menimbulkan gejala.

  • Bila larva filariform dalam jumlah besar menembus kulit,timbul kelainan kulit (creeping eruption) yang sering disertai rasa gatal yang hebat.

  • Infeksi sedang dapat menyebabkan rasa sakit seperti tertusuk-tusuk di daerah epigastrium tengah dan dan tidak menjalar. Mungkin ada mual dan muntah. Diare dan konstipasi saling bergantian.

  • Diagnosis klinis tidak pasti karena strongiloidiasis tidak memberikan gejala klinis yang nyata.

  • Diagnosis pasti ialah dengan menemukan larva rabditiform dalam tinja segar,dalam biakan,atau dalam aspirasi duodenum.

  • Albendazol 400 mg/hari selama 3 hari merupakan obat pilihan.

  • Mebendazol 100 mg 3x/hari selama 2-4 minggu dapat memberikan hasil yang baik.

  • Mengobati orang yang mengandung parasit,meskipun kadang tanpa gejala,adalah penting mengingat dapat terjadi autoinfeksi.

Infeksi berat dapat menyebabkan kematian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar